Selasa, 18 Januari 2011

PELATIHAN DAKWAH TRANSFORMATIF


Oleh : Mushallah Al-Ikhlas Kelurahan Nunu

A. LATAR BELAKANG
Dakwah adalah tugas mulia yang biasanya juga dilakukan oleh orang-orang mulia. Dari waktu ke waktu tugas dan beban dakwah akan semakin berat, karena menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, dibutuhkan berbagai keterampilan dan pengetahuan yang memadai dari para pelaku dakwah agar materi dakwah mudah dimengerti dan dipahami. Di samping itu diperlukan juga metode dakwah yang mampu menggugah hati dan menggerakkan obyek dakwah. Dengan demikian, dakwah akan mampu mengubah sikap masyarakat ke arah yang positif dan produktif dalam beramal.
Pada saat ini, sesuai dengan perkembangan jaman diperlukan pengetahuan dakwah yang disebut sebagai dakwah transformatif. Dakwah transformatif merupakan model dakwah, yang tidak hanya mengandalkan dakwah verbal (konvensional) untuk memberikan materi-materi agama kepada masyarakat, yang memposisikan da’i sebagai penyebar pesan-pesan keagamaan, tetapi menginternalisasikan pesan-pesan keagamaan ke dalam kehidupan riil masyarakat dengan cara melakukan pendampingan masyarakat secara langsung.


Dengan demikian, dakwah tidak hanya untuk memperkukuh aspek relijiusitas masyarakat, melainkan juga memperkukuh basis sosial untuk mewujudkan transformasi sosial. Dengan dakwah transformatif, da’i diharapkan memiliki fungsi ganda, yakni melakukan aktivitas penyebaran materi keagamaan dan melakukan pendampingan masyarakat untuk isu-isu korupsi, lingkungan hidup, penggusuran, hak-hak perempuan, konflik antaragama, dan problem kemanusiaan lainnya.
Di antara keunggulan dakwah transformatif yaitu: (1) lebih fokus dalam pencapaian tujuan dakwah, (2) dinamis dalam melihatmedan dakwah, dan (3) bersifat konsep dan juga praktis.

B. NAMA KEGIATAN
Pelatihan Dakwah Transformatif yang dilaksanakan oleh Pengurus Mushallah Al-Ikhlas Kelurahan Nunu.

C. TUJUAN PELATIHAN
Pelatihan ini bertujuan agar peserta:
1. Memiliki bekal pengetahuan konsep tentang Dakwah Transformatif.
2. Mampu mengidentifikasi karakter-karakter dan atau kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang menjadi sasaran dakwah transformatif.
3. Mampu mengembangkan metode dakwah transformatif sesuai kebutuhan di lapangan.
4. Mampu mengembangkan konsep dakwah transformatif di lembaganya masing-masing.

D. MATERI PELATIHAN
Materi Pelatihan Dakwah Transformatif yang akan disampaikan meilputi:
1. Holistic Paradig.
2. Spiritual Capacity.
3. Transcendental Psychology.
4. Creative Thingking.
5. Synergy.
6. Personality Typologi.
7. Communication.

E. BENTUK DAN METODE PELATIHAN
Bentuk dan Metode Pelatihan Dakwah Transformatif sebagai berikut :
1. Pelatihan mengutamakan proses belajar mandiri melalui dinamika kelompok.
2. Pelatihan menggunakan multimedia elektronik, flip chart, dan modul.
3. Pelatihan diselenggarakan dengan pendampingan oleh instruktur dan fasilitator yang memiliki kompetensi dan pengalaman dibidangnya.
4. Pelatihan dilakukan dengan mengeksplorasi potensi peserta dan mentransformasinya menjadi life skills dengan simulasi dan role playing.
5. Diskusi dan Tukar Pengalaman
6. Studi Kasus

F. PENDEKATAN BERBASIS PERKADERAN
1. Fokus Penguatan Kader.
Lepasan-lepasan pelatihan dai ini akan senantiasa dibina dengan melakukan kegiatan-kegiatan berkala yang menunjang kemampuan personal sebagai dai.
2. Kesetaraan dan Non Diskriminasi
Dalam penanganan permasalahan Pengurus Mushallah Al-Ikhlas tidak akan membedakan antara jenis kelamin, potensi intelektual dan keragaman suku serta warna kulit. Semua itu akan memperoleh perlakuan yang sama, dalam bingkai persaudaraan muslim untuk maju bersama.
3. Pemberdayaan.
Untuk mewujudkan pemberdayaan dai, Pengurus Mushallah Al-Ikhlas akan memberikan penguatan manajemen keorganisasian dan mengajak mereka untuk terlibat dalam setiap kegiatan Pengurus. Dari kegiatan ini, diharapkan akan tercipta kemampuan manajerial dan peningkatan kapasitas dalam mengelola dan kerja-kerja keorganisasian dai.
4. Partisipasi.
Ketika terjadi peningkatan atau kematangan potensi kemanusiaan, sehingga menjadi berdaya maka akan mampu untuk mengatasi permasalahannya sendiri maupun masalah dalam kelompoknya berikut mengembangkan/membesarkan organisasi.
5. Akuntabilitas.
Kegiatan ini akan memungkinkan penerima manfaat dapat menuntut pertanggungjawaban Pengurus Mushallah Al-Ikhlas Kelurahan Nunu. Dalam hal ini mengharuskan untuk memenuhi hak-hak lepasan pelatihan untuk menerima pembinaan dan pelibatan dalam setiap kegiatan Pengurus Mushallah.

G. PESERTA PELATIHAN
Peserta Pelatihan Dakwah Transformatif berasal dari :
1. Utusan Lembaga Dakwah Kampus Se-Kota Palu.
2. Utusan OKP Islam Se-Kota Palu.
3. Pengurus Mushallah Al-Ikhlas Kelurahan Nunu.
4. Masyarakat Umum.

H. NARASUMBER KEGIATAN
Narasumber Pelatihan Dakwah Transformatif akan dipilih oleh Panitia untuk mencapai target pelatihan, mereka berasal dari ;
1. Kementerian Agama Kota Palu.
2. Majelis Ulama Kota Palu.
3. Pimpinan OKP Islam di Kota Palu.
4. Akademisi / Dosen Islam.
5. Pengurus Mushallah Al-Ikhlas Kelurahan Nunu.

I. WAKTU DAN TEMPAT PELATIHAN
Pelatihan ini rencananya dilaksanakan pada Bulan April 2011 di Aula Mesjid Agung Darussalam Kota Palu.

J. RENCANA PENGAWASAN DAN EVALUASI
Skenario dalam memastikan kualitas dari kegiatan berjalan sesuai rencana, Pengurus Mushallah Al-Ikhlas sebagai penanggung jawab pelaksana kegiatan Pelatihan ini mengembangkan strategi pendekatan monitoring dan evaluasi dengan dua cara, yaitu: Pertama, monitoring evaluasi internal yang dilakukan sendiri oleh struktur penanggung jawab kegiatan dengan tujuan untuk memastikan arah strategis pelaksanaan kegiatan dijalankan sesuai dengan skenario dalam pencapaian tujuan kegiatan secara konsisten.
Kedua, monitoring evaluasi eksternal dilakukan oleh masyarakat umum untuk memastikan kegiatan dijalankan secara bertanggung jawab kepada kelompok target penerima manfaat kegiatan.

K. RENCANA TINDAK LANJUT
Peserta yang telah mengikuti kegiatan ini akan diikutkan dalam kegiatan forum calon dai selama minimal satu tahun. Forum tindak lanjut ini berbentuk:
- Koordinasi dan diskusi/share berkala,
- Pengiriman dai pada momen Ramadhan,
- Kegiatan lain yang mendukung pengayaan lainnya.

L. ASUMSI DAN RESIKO
Resiko yang dapat Mempengaruhi Keberhasilan Pelaksanaan Program:
 Kegiatan ini berhasil apabila situasi keamanan di wilayah Kota Palu kondusif.
 Kegiatan ini berhasil apabila Pengurus Mushallah Al-Ikhlas Kelurahan Nunu tidak mengalami rotasi secara terus menerus.
 Kegiatan ini berhasi apabila Pemerintah Daerah, Dermawan/Donatur dan masyarakat memberikan dukungan terhadap kegiatan ini.

I. PENUTUP
Demikian proposal ini kami sampaikan, sebagai bagian dari upaya kita memperbaiki gerakan dakwah dan para penggiatnya dengan harapan dapat menyesuaikan diri dalam mengikuti perkembangan zaman tanpa harus terbawa arus. Semoga Allah Swt. senantiasa memudahkan langkah dan meridhoi segala upaya kita dalam perbaikan diri, ummat, dan bangsa ini. Amiin.

0 komentar:

Poskan Komentar